Nasa Bikin Roket

Roket eksplorasi antariksa NASA buatan Boeing yang dinamakan Space Launch System (SLS) dijadwalkan akan melakukan uji peluncuran, Sabtu.

Peluncuran ini adalah tahap pengujian penting dari proyek pemerintah AS yang sudah tertunda selama setahun..Uji peluncuran roket diperkirakan akan dimulai pada pukul 17:00 waktu setempat ( 06:00 WIB) di Pusat Peluncuran Antariksa NASA, Stennis, di Mississippi.

Pengetesan ini akan jadi penutup proses pengujian roket yang sudah dilakukan selama setahun untuk memvalidasi desain roket. Sementara itu, NASA tengah menghadapi tekanan atas teknologi roket dari perusahaan swasta lain.

Pengujian ini dipandang sebagai langkah penting sebelum debut peluncuran proyek pesawat tanpa awak Artemis akhir tahun. Proyek Artemis berambisi untuk kembali mendaratkan manusia di Bulan pada 2024. Pengetesan yang dilakukan Sabtu sore itu dilakukan untuk mengecek empat mesin roket Aerojet Rocketdyne RS-25 yang akan menyala sekitar delapan menit.

Roket itu mampu menghasilkan 1,6 juta pon daya dorong dan mengkonsumsi 700.000 galon propelan pada tempat pengujuan sebagai simulasi ketika roket lepas landas. "Ini adalah jenis tes sekali dalam satu generasi," kata Jim Maser, Wakil Presiden Senior Ruang Angkasa Aerojet Rocketdyne, kepada Reuters. "Ini akan menjadi pertama kalinya empat RS-25 menembak bersamaan."

SLS adalah roket kelas berat yang telah molor tiga tahun dari jadwal dan telah melewati anggaran awal lebih dari US$3 miliar.

Para kritikus telah lama meminta NASA untuk beralih teknologi roket dari teknologi inti yang populer di era pesawat ulang-alik ke teknologi roket baru. Sementara, teknologi roket komersial alternatif, menjanjikan biaya yang lebih murah.

Sebagai perbandingan, roket SLS NASA butuh US$1 miliar untuk satu kali peluncuran misi. Sementara menerbangkan roket kelas berat SpaceX Falcon Heavy hanya menelan biayanya hanya US$90 juta, kurang dari sepersepuluh biaya NASA. Meski demikian, daya angkut Falcon Heavy masih tak sekuat roket SLS. Sementara roket Delta IV Heavy milik United Launch Alliance menghabiskan sekitar US$350 juta per peluncuran, sepertiga dari biaya roket NASA.

Komponen roket

Komponen utama roket terdiri dari empat bagian yaitu rangka (structure sistem), Beban (payload system), sistem pemandu (guidance system) dan sistem propulsi (propulsion system).

-        - Rangka atau badan roket (rocket frame) terbuat dari bahan yang ringan dan kuat seperti titanium dan aluminium karena rangka berfungsi sebagai pelindung . Badan roket ini juga dilapisi dengan lapisan khusus untuk melindunginya dari panas yang berlebihan saat menembus atmosfer bumi dan juga untuk melindungi dari dingin yang berlebihan. Sirip di pasang pada bagian bawah roket untuk menjaga stabilitas selama peluncuran.

-         - Sistem beban merupakan tempat untuk membawa wahana. Jadi sistem ini tergantung pada misi yang di emban roket. Jika untuk mengorbitkan satelit, maka rancangannya pun harus disesuaikan. Gambar di atas merupakan sistem beban V2 Jerman yang berisi bahan peledak.

-        - Sistem pemandu (guidance system) merupakan alat yang akan menuntun roket ke orbit yang di tuju. Sistem pemandu roket ini dilengkapi dengan sensor, komputer, radar, dan alat komunikasi.

-        - Sistem propulsi (propultion system) adalah mesin yang digunakan sebagai tenaga pendorong roket. Sistem propulsi roket secara garis besar menggunakan roket berbahan bakar padat dan roket berbahan bakar cair. sistem propulsi roket V2 terdiri dari tangki oksidasi, pompa, bilik pembakaran dan nozel.

Prinsip kerja roket

Perkembangan teknologi sekarang ini semakin berkembang sangat pesat, salah satunya teknologi roket yang saat ini terus berkembang. Roket adalah sejenis sistem propulsi yang membawa bahan bakar dan oksigennya sendiri. Dorongan pada roket merupakan penerapan yang menarik dari hukum 3 Newton dan Kekekalan momentum yaitu dengan memancarkan aliran massa hasil pembakaran propelan. Roket memiliki tangki yang berisi bahan bakar hidrogen cair dan oksigen cair. Bahan bakar tersebut dibakar dalam ruang pembakaran sehingga menghasilkan gas lalu dibuang melalui mulut pipa yang terletak di belakang roket. Akibatnya terjadi perubahan momentum pada gas selama selang waktu tertentu. Jika ditinjau dari hukum ketiga Newton tersebut ketika suatu benda mengerjakan gaya pada benda lain, maka benda yang dikerjakan gaya akan mengerjakan gaya pada benda yang mengerjakan gaya padanya, gaya ini disebut gaya aksi-reaksi yang besarnya sama, namun arahnya berlawanan, dan juga impuls dan momentum, dikatakan bahwa gaya eksternal yang bekerja pada suatu benda atau Wernher Von Braun yang sistem akan mengakibatkan laju perubahan momentum benda tersebut.

Roket dapat meluncur secara vertikal ke atas karena roket memiliki mesin pendorong yang dapat memberikan kecepatan pada roket. Gaya dorong roket bekerja berdasarkan impuls yang diberikan oleh mesin roket.

Pada saat roket sedang bergerak, akan berlaku Hukum Kekekalan Momentum. Mesin pendorong roket berbahan bakar hidrogen dan nitrogen cair. Kedua bahan bakar tersebut bercampur dalam sebuah ruang pembakar, kemudian akan menghasilkan gas panas yang keluar pada bagian ekor roket tersebut. Sebelum roket dinyalakan momentum roket adalah nol(0). Setelah bahan bakar di dalamnya dinyalakan pancaran gas yang keluar dari ekor roket akan mendorong roket tersebut melaju ke udara. Pada gerak roket ini berlaku: Hukum Kekekalan Momentum Oleh kareNa mula-mula sistem dalam keadaan diam, pencaran gas belum ada dan roket masih diam, momentumnya nol. Sesudah gas menyembur keluar, roket bergerak. Momentum sistem sesudah dan sebelum gas menyembur adalah tetap.

Roket merupakan wahana luar angkasa, peluru kendali, atau kendaraan terbang yang mendapatkan dorongan melalui reaksi roket terhadap keluarnya secara cepat bahan fluida dari keluaran mesin toket. Roket ini juga berisi bahan bakar roket padat atau bahan bakar cair kimiawi yang saling bergabung untuk memberikan dorongan besar sehingga dapat melepaskan diri dari gravitasi bumi hampir 11 km/sec.

Roket tidak hanya digunakan untuk tujuan militer tetapi juga untuk ilmu pengetahuan, komunikasi dan bahkan digunakan bagi manusia untuk mendarat di Bulan. kemajuan teknologi di berbagai belahan dunia begitu juga bervariasi ukuran roket.

Daftar Referensi :

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210117053119-185-594705/nasa-bersiap-uji-roket-kelas-berat-buat-angkut-misi-ke-bulan

https://id.wikipedia.org/wiki/Roket

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Trauma

BULLYING

MENGENAL GANGGUAN BIPOLAR DISORDER