KEPRIBADIAN GANDA

            Kepribadian ganda atau dissociative identity disorder merupakan suatu kondisi di mana kepribadian seseorang terbagi menjadi dua atau lebih kepribadian yang berbeda. Salah satu kepribadian dapat mengambil alih kepribadian yang lain yang merupakan kepribadian utama dalam suatu diri seseorang. Kepribadian ganda yang dahulu disebut dengan multiple personality disorder termasuk kelainan psikologis (jiwa).

Kepribadian ganda disebut juga dengan "alter ego", yang merupakan bahasa Latin yang berarti 'aku yang lain'. Sedangkan Nevis, Rathus, dan Greene mengartikan kepribadian ganda sebagai seseorang yang memiliki kepribadian yang berbeda, atau juga disebut sebagai kepribadian pengganti. Dalam kasus kepribadian ganda yang dialami oleh seseorang, akan selalu ada dua kemungkinan, yaitu :

-          seseorang yang mangalami kepribadian ganda tidak tahu bahwa ia memiliki kepribadian ganda, dua pribadi atau lebih dalam satu tubuhnya tersebut juga tidak saling mengenal, dan yang membuatnya lebih parah dua atau lebih pribadi ini saling bertolak belakang sifatnya.

-          seseorang yang mengalami kepribadian ganda mengetahui bahwa ia memiliki lebih dari satu kepribadian dalam tubuhnya. Dua atau lebih pribadi ini saling mengenal dan melakukan sinkronasi atau menyelaraskan pola pikir, sifat, dan tujuan mereka dalam melakukan suatu hal. Penderita kepribadian ganda yang telah melakukan sinkronasi akan terlihat layaknya manusia normal dan memiliki banyak keahlian.

Ciri-Ciri Orang Dengan Kepribadian Ganda.

Terdapat banyak ciri-ciri dari seseorang yang memiliki kepribadian ganda, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

-          Penderita kepribadian ganda memiliki dua atau lebih identitas atau kesadaran yang berbeda.

-          kepribadian yang berbeda tersebut secara berulang-ulang (switching) mengambil alih perilaku penderita kepribadian ganda.

-          penderita kepribadian ganda tidak mampu untuk mengingat informasi penting yang berhubungan dengan dirinya.

-          Gangguan kepribadian ganda dari penderita bukan disebabkan oleh faktor luar seperti obat-obatan, gangguan medis, dan lain sebagainya.

-          pada umumnya penderita kepribadian ganda sering mengalami amnesia (ingatan yang hilang).

-          ada tindakan  yang tidak disadari yang dikeluhkan oleh orang lain tetapi tidak diingat.

-          terkadang merasa terpisah dengan tubuhnya sendiri, mengalami dorongan emosi atau impuls yang tidak bisa dikendalikan atau merasa kehilangan kendali terhadap dirinya.

-          gangguan kepribadian meliputi gangguan sensorik, perubahan perilaku, kesadaran, ingatan, persepsi, kognisi, dan fungsi motorik.

Penyebab dan Faktor Risiko Kepribadian Ganda

Penyebab kepribadian ganda belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa penderita kepribadian ganda memiliki pengalaman traumatis yang berulang-ulang di masa kecilnya. Pengalaman traumatis ini bisa berupa :

-          Penganiayaan atau penyiksaan

-          Pelecehan secara fisik atau emosional

-          Pola asuh orang tua yang membuat anak merasa takut

-          Peperangan

-          Bencana alam

Selain faktor-faktor di atas, kepribadian ganda rentan terjadi pada orang yang keluarganya memiliki riwayat kepribadian ganda.

Pengobatan Kepribadian Ganda

Metode pengobatan pada kepribadian ganda adalah psikoterapi dalam jangka panjang. Tujuan psikoterapi adalah untuk menyatukan kembali seluruh kepribadian yang terpecah. Namun, perlu diketahui, psikoterapi hanya bersifat membantu penderita untuk memahami kondisi yang dialaminya agar ia dapat menghadapi dan mengatasi kondisi tersebut. Psikiater juga dapat melakukan hipnoterapi untuk membantu mengendalikan perilaku yang tidak normal dan membuat psikoterapi lebih efektif.

Dokter juga dapat memberikan obat antidepresan, obat antipsikotik, atau obat penenang untuk mengatasi gejala gangguan mental yang dialami penderita kepribadian ganda.

Komplikasi Kepribadian Ganda

Kepribadian ganda dapat menyebabkan penderitanya berisiko tinggi mengalami komplikasi berupa :

-          Keinginan untuk melukai diri sendiri atau bunuh diri

-          Depresi dan gangguan kecemasan

-          Gangguan stres pascatrauma (PTSD)

-          Kecanduan alcohol

-          Disfungsi seksual

-          Penyalahgunaan NAPZA

-          Gangguan tidur, seperti sulit tidur, mimpi buruk, atau tidur berjalan

-          Gangguan makan

-          Gejala fisik, misalnya sakit kepala berat

Pencegahan Kepribadian Ganda

Pencegahan kepribadian ganda adalah dengan menghindari tindakan atau situasi yang dapat meningkatkan risiko anak menderita gangguan ini, seperti pelecehan, penganiayaan, atau penelantaran.

Jika seorang anak mengalami kejadian yang membuatnya trauma, segera bawa ia ke dokter spesialis kejiwaan. Dokter akan membantunya untuk menyikapi ingatan terhadap kejadian traumatis tersebut dengan cara yang positif. 

Perkembangan Psikologi Kepribadian Ganda

Menurut sebagian orang, kasus kepribadian ganda dapat ditelusuri sampai ke masa Paleolitik melalui lukisan di dinding gua tentang sesosok shaman atau dukun purba. Sebagian orang lagi menganggap kejadian kesurupan sebagai salah satu bentuk dari kasus kepribadian ganda. Studi tentang kepribadian ganda adalah salah satu hal yang dipelajari paling awal dalam kajian tentang penyimpangan psikologis.

Orang pertama yang didiagnosa mengalami gangguan psikologi kepribadian ganda adalah Louis Auguste Vivet pada tahun 1882. Melalui serangkaian kejadian, ditemukan bahwa ia memiliki 10 kepribadian yang berbeda, masing – masing memiliki karakter, ingatan, dan gejala somatik yang berbeda pula.

Kajian serius tentang kepribadian ganda dilakukan oleh seorang Perancis bernama Pierre Janet pada tahun 1883. Seorang dokter lokal memperkenalkan pasiennya yang mempunyai tiga macam kepribadian bernama Leonie berusia 45 tahun kepada Pierre Janet.

Selalu ada beberapa orang ahli yang berusaha memberikan diagnosa yang menonjol terhadap Dissosiative Identity Disorder. Namun, walaupun telah ada definisi yang akurat, kepribadian ganda masih sering disalah artikan sebagai kelainan psikologi lainnya, seperti Histeria atau Skizophrenia.

Barulah pada tahun 1970an, diagnosa penyakit kepribadian ganda ini menjadi populer karena terbitnya buku berjudul Sybil, yang bercerita tentang seorang wanita yang terkena gangguan tersebut. Pada kurun waktu ini, jumlah diagnosa meningkat tajam dibandingkan waktu – waktu lainnya.

Cara Mengatasi Kepribadian Ganda

Pengobatan utama untuk gangguan kepribadian ganda adalah dengan melalui perawatan jangka panjang. Tujuan dari perawatan jangka panjang ini adalah untuk mengenali kepribadian lainnya dan menghancurkan serta menyatukannya dengan pribadi awal. Dengan kata lain, terapi yang dilakukan bertujuan untuk berusaha mensinkronkan kepribadian – kepribadian yang ada menjadi satu. 

Ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum menjalankan terapi, yaitu :

1. Evaluasi

Langkah pertama untuk menentukan terapi yang tepat adalah melakukan evaluasi yang menyeluruh lebih dulu. Hal ini penting untuk mengenali sejauh apa gangguan kepribadian yang diderita seseorang yang telah dialaminya. Untuk mendapatkan diagnosa yang akurat, akan dilakukan beberapa macam evaluasi terhadap individu yang dicurigai mengalami gangguan kepribadian. Metode evaluasi tersebut yaitu :

-          Pemeriksaan Fisik – Dokter akan memeriksa secara menyeluruh tentang sejarah pribadi, gejala dan mengajukan pertanyaan – pertanyaan yang mendalam. Beberapa tes mungkin saja dilakukan seperti tes cedera kepala, penyakit otak, kelainan pola tidur atau kecanduan, semua yang dapat menyebabkan kehilangan ingatan atau perasaan berhalusinasi. (Baca juga: Teori Nativisme)

-          Pemeriksaan Psikiatri – Ahli psikiatri atau ahli kesehatan mental akan menanyakan mengenai pikiran, perasaaan dan tingkah laku individu tersebut dan mendiskusikan gejala yang dialami. Dengan izin pasien, informasi dari keluarga atau orang dekat dapat menjadi sangat membantu.

-          Penentuan Diagnosa – Ahli kesehatan mental akan membandingkan hasil yang didapatkannya dengan panduan mengenai gejala Dissociative Identity Disorder.

2. Diagnosa

Gangguan kepribadian ganda dapat digolongkan lagi menjadi tiga macam yaitu:

Dissociative Amnesia

Pada gangguan kepribadian jenis ini, akan ada waktu – waktu dimana penderita tidak bisa mengingat informasi penting mengenai dirinya sendiri. Kehilangan memori ini terlalu besar untuk dijelaskan dengan sifat pelupa biasa. Juga, tidak berhubungan dengan penyakit trauma kepala atau penyalah gunaan alkohol dan obat. Hal ini mengganggu kehidupan sehari – hari dan sosial individu tersebut.

Dissociative Identity Disorder

Menurut pengamatan orang lain, individu tersebut menunjukkan dua atau lebih kepribadian yang lain, masing – masing memiliki karakteristik khusus yang berbeda. Mengalami kehilangan waktu yang berulang yang tidak sama dengan sifat alpa biasanya, dan bukan merupakan hubungan dari praktek keagamaan, budaya tertentu, ataupun penyakit dan alkohol serta obat – obatan. Kelainan ini juga telah mengganggu hubungan dengan orang lain, pekerjaan dan menyebabkan stress.

Depersonalization – Derealization Disorder

Mengalami perasaan terpisah dari tubuh secara terus menerus, seperti menjadi pengamat luar akan tubuh sendiri, atau merasa tidak terhubung dengan dunia sekitar sehingga semua hal terasa seperti mimpi. Ketika mengalami hal seperti itu, sadar bahwa itu bukanlah kenyataan. Gejala tidak hanya muncul selama adanya kelainan lainnya seperti skizophrenia atau serangan panik. Juga bukan karena penyakit tertentu, obat – obatan atau alkohol dan telah sangat mengganggu kehidupan sehari – hari serta hubungan sosia

3. Terapi

Jenis perawatan yang biasa dilakukan untuk penderita gangguan kepribadian ganda yaitu:

-          Psychotherapy – Disebut juga sebagai terapi bicara, terapi ini merupakan terapi utama untuk gangguan kepribadian. Ini adalah istilah luas untuk menyatakan beberapa macam bentuk  terapi yang dilakukan.

-          Terapi Kognitif Tingkah Laku – Bentuk terapi ini berfokus kepada mengganti pola pikir yang disfungsional, seperti juga perasaan dan tingkah laku yang termasuk ke dalam kategori disfungsional.

-          Eye Movement Desensitization and Reprocessing (EMDR) – Teknik ini digunakan untuk merawat individu dengan mimpi buruk yang terus menerus, kilasan masa lalu, dan gejala lainnya dari stress paska trauma.

-          Dialectic Behavior Therapy – Salah satu bentuk psikoterapi untuk individu dengan gangguan kepribadian berat, yang termasuk gangguan kepribadian yang muncul setelah mengalami suatu pengalaman berat atau trauma.

-          Terapi Keluarga – Terapi ini membantu untuk mengajarkan kepada keluarga tentang kelainan kepribadian tersebut sekaligus membiasakan keluarga untuk mengenali gejala – gejalanya.

-          Terapi Kreatif  – Terapi melalui penyaluran kreativitas seperti musik, melukis dan bidang seni lainnya membuat pasien dapat mengekspresikan perasaan, pikiran dan pengalaman mereka melalui bidang yang kreatif dan aman. (Baca juga : Psikologi Kognitif)

-          Teknik Meditasi dan Relaksasi – Membantu individu untuk lebih toleran terhadap kondisi kelainan kepribadian mereka dan menjadi lebih sadar diri. (Baca juga: Psikologi Forensik)

-          Hipnosis Klinis – Suatu metode perawatan yang melibatkan relaksasi, konsentrasi, dan pemusatan perhatian yang fokus untuk menerima satu perubahan kesadaran, membuat individu untuk dapat mengeksplorasi pikiran, perasan dan ingatan yang tersembunyi. (Baca juga: Psikologi Sastra)

-          Medis – Tidak ada pengobatan medis yang dikhususkan kepada kasus gangguan kepribadian ganda, namun obat – obat anti depresi, anti kegelisahan dan obat penenang terkadang diresepkan untuk membantu mengontrol kesehatan mental yang berhubungan dengan gejala kepribadian ganda.

Fenomena Kepribadian Ganda

Gangguan psikologi kepribadian ganda termasuk jarang ditemukan, namun bisa jadi lebih umum terjadi daripada yang disangka. Perkiraan kasus bisa meningkat seiring dengan meningkatnya juga kasus kekerasan terhadap anak, yang merupakan penyebab terbesar timbulnya kelainan kepribadian ganda ini. Ada beberapa fakta yang berhubungan dengan penderita kelainan kepribadian ganda serta fakta mengenai pengobatan atau terapinya, yaitu:

1. Fakta Mengenai Penderita

Beberapa fakta mengenai individu yang menderita kelainan kepribadian ganda yaitu :

-          Semua ras manusia beresiko mengalami gangguan kepribadian ganda, namun anak – anak Amerika lebih umum mengalaminya.

-          Perempuan mengalami lebih banyak penyiksaan anak dibandingkan laki – laki, sekitar 1:10 atau satu berbanding sepuluh kasus, karena itu perempuan lebih banyak mengalami Dissociative Identity Disorder.

-          Walaupun begitu, laki – laki yang mengalami trauma lebih mungkin mengalami disosiasi patologis.

-          Biasanya, kelainan kepribadian ganda disebabkan oleh trauma yang dialami sebelum usia sembilan tahun.

-          Serangan penyiksaan pada usia yang lebih awal memungkinkan kelainan kepribadian yang lebih besar.

-          Jumlah rata – rata kepribadian yang berbeda dalam satu individu adalah antara delapan sampai tiga belas, namun ada kasus yang menemukan seabnyak seratus kepribadian berbeda dalam satu individu.

2. Fakta Mengenai Pengobatan

Fakta lain mengenai pengobatan kelainan kepribadian ganda meliputi:

-          Pasien kepribadian ganda yang tidak mendapatkan terapi atau pengobatan yang layak, atau yang mencoba mengobati dirinya sendiri cenderung menunjukkan gejala yang memburuk dan akan semakin sulit ditangani dengan pengobatan psikiater.

-          Kepribadian – kepribadian alternatif yang tidak bergabung dengan spontan.

-          Penyimpangan kepribadian ganda yang tidak diobati akan menyebabkan penderitanya semakin cenderung merusak diri sendiri.

3. Fakta Mengenai Terapis

Dalam pengobaan kelainan kepribadian ganda, tentu saja peran serta seorang terapis tidak dapat dipisahkan. Ada beberapa fakta terkait cara para terapis menjalankan pengobatan untuk individu dengan kelainan kepribadian, yaitu :

-          Tujuan akhir dari sesi  – sesi terapi tersebut adalah untuk mengintegrasikan atau menggabungkan beberapa kepribadian menjadi satu kepribadian utama kembali.

-          Setiap kepribadian perlu dibantu untuk menyadari bahwa mereka sebenarnya berasal dari satu individu yang sama dan merupakan bagian dari satu orang saja. Bahwa pembagian kepribadian itu berasal dari dirinya sendiri.

-          Nama setiap kepribadian digunakan untuk kenyamanan dan bukan untuk menegaskan eksistensi kepribadian yang lain tersebut.

-          Perlakuan yang adil dan empati harus diberikan kepada seluruh kepribadian yang ada untuk memudahkan komunikasi dan kerjasama antara penderita dengan terapis.

-          Demikian juga empati dan kerja sama dari berbagai kepribadian harus didukung oleh terapis demi kelancaran pengobatan.

-          Perlakuan terhadap penderita haruslah penuh kelembutan dan dukungan agar merasa nyaman, terkait dengan trauma yang pernah dialami.

Daftar Referensi :

https://legalstudies71.blogspot.com/2018/12/pengertian-kepribadian-ganda.html

https://www.alodokter.com/kepribadian-ganda

https://dosenpsikologi.com/kepribadian-ganda

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Trauma

BULLYING

MENGENAL GANGGUAN BIPOLAR DISORDER