MENGENAL GANGGUAN BIPOLAR DISORDER

Bipolar berasal dari dua kata, “bi” dan “polar”. Maka, Bipolar adalah gangguan perasaan dengan dua kutub yang bertolak belakang. Dua kutub yang dimaksud adalah depresi dan manik.

Pengidap bipolar akan mengalami dua fase perasaan tersebut dalam hidupnya. Perbedaan mendasar pengidap bipolar dan yang tidak mengidap bipolar adalah terkadang orang dengan bipolar akan merasa sedih atau gembira tanpa alasan yang jelas, pemicu kesedihaan yang sederhana bagi orang lain bisa menimbulkan depresi berkepanjangan dimana penderita bipolar merasa kesulitaan keluar dari perasaan tersebut.

Perbedaan Depresi Dan Manik

-          Depresi adalah keadaan emosional yang ditandai dengan kesedihaan yang amat sangat, perasaan tidak berarti dan rasa bersalah, dan kehilangan minat

-          Manik adalah keadaan emosional dengan kegembiraan yang berkelebihan, mudah tersinggung, disertai hiperaktivitas, lebih banyak berbicara, dan perhatian mudah teralihkan.

Gejala Bipolar ( Episode Depresi )

-          Merasa sedih dan hopeless

-          Merasa tidak berharga

-          Perasaan bersalah berlebih

-          Kehilangan ketertarikan akan hamper semua aktivitas

-          Pada kasus berat, percobaan bunuh diri dapat terjadi

Gejala Bipolar ( Episode Manik )

-          Tidak bisa diam ( Merasa Aktif )

-          Energi meningkat disertai gelisah

-          Perasaan senang dan percaya diri berlebih

-          Sulit tidur

-          Banyak bicara

-          Fokus mudah teralihkan

Mitos Atau Fakta Bipolar Disorder

Mitos :

-          Semua orang memiliki trauma dapat menjadi bipolar

-          Penyintas bipolar tidak bisa pulih

-          Penyintas bipolar adalah “ Gila “

Fakta :

-          Bipolar membutuhkan lingkungan sosial yang suportif

-          Penyintas bipolar cenderung lebih tertutup dalam hubungan sosial

Bagaimana Penanganan Bipolar

Perawatan yang dilakukan tidak dapat menyembuhkan pengidap bipolar, tetapi dapat menstabilkan perubahan suasana hati yang dialami. Perawatan yang dilakukan juga tergantung dari kondisi seseorang.

Ada bebarapa perawatan yang biasanya dilakukan kepada seorang pengidap bipolar :

-          Pertama, melakukan konseling.

Hal ini perlu dilakukan untuk membicarakan kondisi yang di alami dan bagaimana cara melewatinya.

-          Kedua, merubah gaya hidup

Untuk mengurangi bertambah parahnya gejala yang muncul, beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah berhenti mengomsusi alcohol dan obat-obatan terlarang. Selain itu, jangan lupa juga tidur yang cukup, mengomsusi makanan bergizi seimbang, penuhi kebutuhan cairan tubuh, serta jalin hubungan yang sehat dan positif.

-          Ketiga, Lakukan terapi obat

Hal ini dapat dilakukan untuk menstabilkan suasana hati, tentunya obat yang diperoleh dengan resep dari dokter. Obat-obatan ini dapat membantu mengurangi gejala yang sedang dialami.

Tujuan Pengobatan Bipolar

Untuk menurunkan frekuensi terjadinya fase-fase mania dan depresi agar pengidapnya dapat hidup secara normal dan membaur dengan lingkungan, selain memperbaiki pola hidup, penanganan biasanya mencakup pemberian obat-obatan yang dikombinasikan dengan terapi psikologis ( Contohnya terapi perilaku kognitif )

Bagaimana Cara Menjadi Teman Yang Baik Bagi Penyintas Bipolar

-          Pelajari tentang gangguan bipolar pada temanmu

-          Jadi pendengar yang baik

-          Buatlah temanmu merasa bahwa dirinya selalu diterima.

Faktor Risiko Gangguan Bipolar

Terdapat berapa faktor yang diduga meningkatkan risiko seseorang terkena gangguan bipolar, yakni :

-          Mengalami stres berat.

-          Kejadian traumatik.

-          Kecanduan akan minuman beralkohol atau obat-obatan terlarang.

-          Memiliki riwayat keluarga dekat (saudara kandung atau orangtua) yang mengidap gangguan bipolar.

Diagnosis Gangguan Bipolar

Diagnosis lebih lanjut mengenai kondisi ini sangat dibutuhkan, sebab gejala gangguan bipolar mirip dengan kondisi lain, seperti penyakit tiroid, serta dampak dari kecanduan alkohol atau penyalahgunaan NAPZA. Pemeriksaan yang dilakukan bisa dengan metode wawancara ke keluarga atau kerabat pengidap gangguan bipolar. Wawancara ini terkait gejala, seperti sejak kapan dan seberapa sering gejala muncul.

Pengidapnya juga kemudian akan dirujuk ke psikiater atau dokter spesialis kesehatan jiwa. Psikiater akan melakukan beberapa pengamatan terkait pola bicara, berpikir, dan bersikap. Pskikiater juga mungkin akan menanyakan riwayat penyakit keluarga, riwayat penyakit, hingga pola tidur. Pengidapnya juga mungkin akan diberikan kuesioner yang dapat diisi. Saat hasil pemeriksaan dirasa cukup, psikiater kemudian akan mengklasifikasikan kondisi seseorang berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM 5).

Jenis Utama Meliputi

- Bipolar I disorder : Melibatkan satu atau lebih perubahan suasana hati berlanjut setidaknya satu minggu, terkadang menyebabkan mania berat, bahkan halusinasi atau delusi.

- Gangguan Bipolar II : Menjadi lebih ringan dengan melibatkan episode hypomania yang lebih ringan yang berlangsung selama 4 hari.

- Gangguan afektif bipolar campuran : Pasien mungkin mengalami campuran perubahan suasana hati yang tertekan dan gembira.

- Gangguan afektif bersepeda yang cepat : Setidaknya 4 episode dalam setahun, episode hypomania bergantian dengan depresi, dan ini lebih serius daripada gangguan afektif bipolar umum

Penyebab Bipolar Affective Disorder

Penyebab pasti tidak diketahui, namun mungkin terkait dengan faktor berikut :

-          Keturunan : Kembar identik pasien dan kerabat langsung memiliki kesempatan lebih tinggi terkena penyakit ini.

-          Struktur otak : Studi menemukan bahwa pasien gangguan afektif bipolar memiliki struktur otak yang berbeda dengan orang biasa, jadi ini mungkin penyebab gangguan afektif bipolar.

-          Maladjustment neurotransmiter otak : Sekresi neurotransmiter otak seperti dopamin, serotonin atau noradrenalin menjadi tidak normal.

-          Perubahan hormone : Ketidakseimbangan hormon dapat menyebabkan gangguan afektif bipolar.

-          Faktor lainnya : Stres, penyalahgunaan obat-obatan atau mengalami perubahan berat dapat menyebabkan gangguan afektif bipolar.

Daftar Referensi :

https://www.halodoc.com/kesehatan/gangguan-bipolar

https://www21.ha.org.hk/smartpatient/EM/MediaLibraries/EM/EMMedia/Bipolar-Affective-Disorder_Bahasa-Indonesia.pdf?ext=.pdf

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Trauma

BULLYING