GESTURE
GESTURE
Bahasa
tubuh ( Gesture ) adalah komunikasi dua arah, yaitu bagaimana kita bisa
mengenal orang lain dari perilaku yang disampaikannya melalui pesan-pesan
visual ( apa yang Nampak dari dirinya ) dan juga tidak kalah penting adalah bagaimana
kita bisa melakukan pengamatan terhadap diri kita sendiri dan mampu bertindak
dengan lebih bijak atas apa yang kita amati.
Dalam
pengamatan kita perlu melakukannya dengan teleti dan bijak, kita perlu
mengasahnya, mengolah, dan mengaplikasikannya langsung, dan ketika kita sudah
mempelajarinya dengan baik, hal ini akan berguna dalam interaksi sehari-hari.
Contoh nya kita bisa memahami emosi dan perasaan orang kita kenal, melihat
kesukaan ataupun ketidaknyamanan seseorang akan sesuatu.
Memahami
bahasa tubuh juga bermanfaat untuk memecahkan beberapa kasus-kasus forensik
atau menemukan “ Rahasia “ dibalik pikiran orang lain, melalui “ kebocoran “
yang tanpa sengaja ditunjukkannya.
EMOSI & EKSPRESI
PERILAKU
Konsep Emosi dan
Interaksi :
-
Persona adalah
cara kita menampilkan diri berdasarkan situasi yang muncul. “Topeng Sosial”
yang kita kenakan ketika kita dihadapan masyarakat
-
Marco Expression
adalah ekspresi normal yang menunjukan apa yang kita rasakan dan muncul dalam
durasi yang wajar. Contoh : ketika kita sedang tertawa itu tandanya kita sedang
Bahagia dan ketika kita sedang marah kita menunjukan muka galak.
-
Mirco Expression
adalah ekspresi yang sangat singkat dan cepat, sering kali menampilkan emosi
yang sebenernya sedang di rasakan namun ingin di sembunyikan.
-
False / Masking
adalah emosi yang di buat-buat atau sengaja di buat untuk menutupi perasaan
kita yang sebenernya, bisa bertujuan untuk berpura-pura tidak merasakan sesuatu
malah ingin orang lain menganggap kita merasakan sesuatu.
EMOSI
Aku
akan mengutip satu pengertian emosi menurut Don Hockenbury dan Sandra E.
Hockenbury dalam bukunya “Discovering Psychology”, emosi adalah kondisi
psikologi yang kompleks yang mencakup tiga komponen berbeda, yaitu pengalaman
subjektif, respon fisiologis, dan respon perilaku/ekspresif. wow, terdengar
ilmiah sekali. Robert C. Solomon dalam artikelnya juga menulis bahwa emosi
adalah pengalaman kompleks akan kesadaran, sensasi jasmani, dan perilaku yang
mencerminkan pemaknaan perseorangan terhadap sebuah kejadian, keadaan, atau
peristiwa.
Sederhananya,
emosi adalah (kumpulan) perasaan terhadap sesuatu yang dipengaruhi
subjektivitas kita, respon tubuh kita, dan respon perilaku kita. Tiga hal ini
mempengaruhi emosi kita dengan caranya masing-masing.
Subjektivitas
mengacu pada bagaimana suatu hal yang membuatmu sedih, belum tentu membuat
orang lain sedih. Respon tubuh kita mengacu pada bagaimana kondisi fisiologis
bisa menjadi petunjuk akan emosi seseorang, contohnya ketika kamu gemetaran
saat malam-malam melewati koridor toilet perempuan yang dirumorkan berhantu di
malam hari, kamu akan mengaosiasikan bahwa kamu takut karena kamu gemetaran
atau mungkin kamu gemetaran karena kamu takut. Respon perilaku mengacu pada
perilaku atau ekspresi seseorang ketika merasakan suatu emosi. Contohnya
mungkin kamu sudah tahu. Bayangkan ketika seseorang tersenyum saat kamu
menyenggol dan menjatuhkan makanannya. Apakah dia beneran tidak
mempermasalahkannya? Atau dia hanya ingin cepat-cepat mengakhiri interaksi
kalian? Apakah dia marah, sedih, atau mungkin kecewa ?
Hal-hal
yang menjadi petunjuk untuk menginterpretasikan emosi seseorang (baik dirimu
sendiri maupun orang lain) ini penting bagimu untuk diketahui
APA ITU EMOTIONAL INTELLEGENCI
Emotional
Intelligence atau EQ adalah kemampuan untuk mengerti dan mengelola emosi diri
sendiri maupun orang lain dan menggunakannya untuk berinteraksi dengan efektif Memiliki
EQ yang baik berarti memiliki pengelolaan emosi yang baik dengan lingkunganmu.
Kamu bsia menghindari situasi-situasi yang tidak diinginkan seperti dikatain
tidak peka karena kamu gagal take a hint dari temanmu yang sudah mengedipkan
mata agar kamu bekerja sama untuk berbohong sedikit dalam usaha nge-prank
temanmu yang lain. Berbeda dengan IQ, EQ tidak punya parameter atau standar
yang bisa dipakai untuk mengaktan bahwa EQ-mu rendah atau tinggi. Menurutku,
Emotional Intelligence is a skill you hone as you live.
Ada
beberapa aspek penting dalam EQ yang perlu kamu perhatikan. Yang pertama adalah
kesadaran emosional. Ini maksudnya adalah kamu harus bisa menyadari dan
mengetahui emosimu sendiri dan orang lain, bagaimana mereka mempengaruhimu dan
emosi apa yang muncul ketika kamu berada di dalam suatu keadaan tertentu.
Dengan menyadari kondisi emosionalmu, kamu dapat menilai dirimu lebih baik dan
mengambil keputusan yang tepat dalam kondisi tertentu terlepas dari banyaknya
emosi yang menghujanimu. Dengan menyadari dan mengetahui emosi orang lain, atau
berempati, kamu dapat mengira-ngira tindakan apa yang dapat kamu ambil dalam situasi
tertentu. Terdengar sulit, tetapi kalau kamu terus berusaha menajamkan hal ini,
kamu pasti bisa memiliki kesadaran emosi yang baik.
TAHAPAN DALAM EMOSI
Dalam
“The Expression of the emotions in man and animals“, Charles Darwin mengatakan
bahwa emosi kita berkembang seiring waktu untuk membantu dalam memecahkan
masalah. Emosi berguna untuk memotivasi seseorang dalam bertindak, bertahan
hidup, mencari perlindungan , memilih pasangan, menjaga diri dari ancaman dan
bahaya, dan untuk memprediksi perilaku orang lain.
Berikut
adalah tahapan terjadinya emosi menurut Magda Amol, seorang psikologi klinis :
-
Persepsi adalah
fase penerimaan rangsang dari luar melalui panca indera ( Visual, Audio.
Kinestetik ) secara netral. Misalnya seorang anak melihat kedatangan seekor
anjing.
-
Penilaian
adalah fase dalam Tindakan penilaian terhadap rangsang yang dilihatnya atau
diamatinya.
-
Emosi
adalah perasaan kuat yang timbul akibat dari penilaian terhadap rangsang. Jika
penilaiannya bersifat menyenangkan, maka kita akan merasa senang, sebaliknya
jika penilaiannya bersifat negative kita akan merasa takut atau ngeri.
-
Ungkapan lahir
adalah bentuk ungkapan lahiriah yang menyertai emosi, sebagai akibat dari
penilaian terhadap rangsangan.
-
Tindakan adalah
fase terakhir dari tingkah laku yang disusupi emosi, misalnya anak yang merasa
takut dengan anjing tadi akan mengambil berbagai Tindakan untuk
mengahindarinya. Anak itu mungkin akan lari, mengusir anjing itu, atau
berteriak meminta pertolongan.
CARA MENGENDALIKAN EMOSI
DIRI
1.Berhitung
Cara
menahan emosi yang pertama adalah dengan berhitung. Sebelum marah, berhitunglah
dari 1 hingga 10. Apabila Anda sangat marah, berhitunglah hingga 100. Pada saat
Anda berhitung, denyut nadi Anda akan turun dan kemarahan Anda akan lebih
mungkin untuk reda.
2. Tarik Napas yang Dalam
dan Lambat
Ketika
Anda marah, napas Anda akan lebih pendek-pendek dan cepat. Tarik napaslah yang
dalam dan lambat dari hidung dan keluarkan dari mulut untuk beberapa saat.
Dengan menarik napas dalam dan lambat, diharapkan kemarahan Anda dapat mereda.
3. Berolahraga
Mengendalikan
emosi juga dapat dibantu dengan berolahraga seperti berjalan kaki, mengendarai
sepeda, atau berlari. Lakukanlah hal yang dapat mengalihkan pikiran dan membuat
tubuh Anda menjadi lebih baik.
4. Lakukan Relaksasi Otot
Selain
berolahraga, cara mengendalikan emosi lainnya dapat dilakukan dengan relaksasi
otot. Lakukan peregangan berbagai kelompok otot pada tubuh dan kendurkan
perlahan-lahan dengan membuang napas. Menggerakkan leher dan menggoyangkan bahu
adalah beberapa contoh gerakan yang dapat dilakukan untuk membantu
mengendalikan emosi. Tidak diperlukan peralatan, hanya cukup melakukan beberapa
gerakan saja.
5. Cari Kata atau Frasa
yang Menenangkan
Kata
atau frasa dapat menjadi salah satu cara mengendalikan emosi. Carilah kata atau
frasa yang membuat Anda menjadi tenang dan fokus kembali. Ulanglah kata-kata
tersebut ketika Anda marah. “Rileks”, “tenang saja”, dan “Anda akan baik-baik
saja” adalah beberapa contoh yang bagus.
6. Dengarkan Musik
Mendengarkan
musik dapat menjadi salah satu cara mengendalikan emosi. Dengarkan musik yang
membuat Anda tenang. Gunakan earphone atau pergi ke suatu tempat yang tenang,
putarkan lagu kesukaan Anda, dan dengarkan. Biarkan musik membawa pergi emosi
Anda dan membuat Anda menjadi lebih tenang.
7. Coba Sesuatu yang
Berbeda
Alihkan
emosi berlebih Anda ke hal-hal baru yang positif. Jika Anda belum pernah
berkemah, misalnya, mungkin inilah saat yang tepat untuk tidur di bawah bintang
dan ‘berkomunikasi’ dengan alam. Segera putuskan petualangan apa yang ingin
Anda ambil.
8. Jangan Bicara
Kadang,
tidak bicara dapat menjadi cara mengontrol emosi yang efektif. Bila Anda ingin
marah, tahanlah dan berhenti berbicara. Tutup mulut Anda dan jangan biarkan
satu buah kata keluar dari mulut Anda. Waktu Anda diam ini akan membuat Anda
berpikir kembali untuk marah dan membantu meredakan amarah.
9. Tenangkan Diri
Berilah
diri Anda waktu untuk menyendiri menjauhi orang lain dan pergi ke suatu tempat.
Dengan menyendiri, Anda dapat memikirkan segala sesuatunya dengan lebih jernih.
Jadi duduklah dan tarik napas sejenak, lalu cari solusi untuk menyelesaikan
masalah yang membuat Anda marah tersebut.
10. Berhenti Sejenak dari
Aktivitas
Saat
Anda marah, cobalah berhenti sejenak dan pikirkan apa yang Anda ingin lakukan
dan katakan. Dengan berhenti sejenak dan berpikir, Anda dapat memikirkan
kemungkinan tanggapan dari perkataan atau perbuatan yang akan Anda lakukan. Apakah
perbuatan dan perkataan itu dapat melukai orang lain atau memperbaiki keadaan?
Bila ya, pikirkan untuk membatalkannya dan janganlah dilakukan.
11. Tuliskan Kekhawatiran
Anda
Menuliskan
emosi negatif di atas kertas bisa memberi Anda beberapa perspektif baru tentang apa yang Anda alami. Berikan kesempatan
kepada diri Anda selama beberapa hari untuk membuat daftar dengan lengkap.
Setelah itu, selesaikan masalah satu per satu untuk mengurangi kekhawatiran
yang Anda alami.
12. Konseling
Setiap
orang pasti pernah merasa emosi atau marah. Hal ini normal, terlebih ketika
dihadapkan dengan persoalan hidup. Akan tetapi bagaimana sikap Anda dalam
menanggapi kemarahan itulah yang berbeda.
Daftar Pustaka
Daudantonius, Psikologi ID
cetakan pertama, 2019
https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3143618/cara-jitu-untuk-mengendalikan-emosi-berlebih
https://satupersen.net/blog/emosi-itu-bukan-marah-mari-mengenal-emosi
Keren kak, sangat bermanfaat
BalasHapusTerima Kasih pengetahuannya