BASELINE / PERILAKU DASAR
BASELINE
Baseline adalah perilaku dasar yang perlu kita simak secara baik, sebelum melakukan pengamatan lebih jauh tentang seseorang. Kita perlu “mengenal” dulu orang tersebut secara baik. Baseline merupakan kumpulan informasi dasar yang dapat kita himpun sebelum dustu pengamatan kepada diri orang lain di mulai. Informasi ini kemudian digunakan sebagai media pembanding untuk melihat perbedaan perilaku. Seperti : Apakah dia menjadi tidak nyaman ? Berubah menjadi lebih emosional ? atau Menunjukan kesedihkan akan sesuatu ?
Baseline juga bisa dikatakan sebagai fase penilaian awal terhadap perilaku seseorang yang merupakan sampel dari perilakunya secara keseluruhan. Fase ini dilakukan dengan melakukan pengamatan terhadap sampel perilaku tersebut pada situasi-situasi yang berbeda. Pengukuran dihentikan apabila hasil pengukuran sudah menunjukkan hasil yang konsisten. Selama fase baseline, kita menilai seberapa jauh “gap” antara sampel perilaku yang ditunjukkan dengan perilaku target untuk menentukan level perilaku yang saat ini dimiliki oleh orang yang diamati.
Secara sederhana, kita akan mengenali “ciri khas” perilaku dan setiap orang berbeda, dengan memahaminya kita tidak akan terlalu terburu-buru menyimpulkan sebuah kebocoran perilaku. Baseline juga meliputi kebiasaan-kebiasaan pada gerekan tubuh, cara berbicara dan hal-hal yang berhubungan aktifitas sehari-hari. Contoh ada seseorang yang memiliki baseline seperti orang yang sedang marah, bahkan ketika normal dan tidak merasakan marah, ia juga terlihat “galak”. Nah Marahnya dia bisa jadi lebih “galak” atau malah berbeda dari kita prekdisi. Atau ada juga orang yang baseline wajahnya selalu sedih, bawaannya jadi kita ingin selalu menghibur dia atau sekedar betanya “kamu kenapa?” padahal sebenernya wajah normal memang seperti itu.
TEKNIK ANALISA BASELINE
Yang perlu di tekankan adalah jangan terlalu mudah menghakimi sebuah perilaku, seseorang bisa menunjukan kebocoran karena ia meresa tidak nyaman akan sesuatu, bukan berarti selalu berarti kebohongan atau kejahatan. Dan disinilah yang tantangannya, kita harus secara bijak menemukan alasan kenapa ia tidak nyaman atau menunjukan perilaku yang berbeda. Kecerdasaan emosi dan perilaku kita yang akan di pergunakan disini. Sebagai contoh bagian tubuh yang bisa kita observasi ketika berkomunikasi dengan orang lain, kamu bisa menuliskan sejumlah keterangan tentang gerekan, intensitas dan penekanan pada bagian tubuh tertentu.
CONTOH CHECKLIST BASELINE :
- - Perhatikan semua bagian kepala yang meliputi : Kening, wajah, mulut.
- - Bagian leher : Pembuluh darah yang muncul.
- - Bagian tubuh : Bahu, Gerakan pernafasan, pergeseran posisi tubuh.
- - Bagian lengan : Tangan, jari-jemari
- - Bagian bawah tubuh : Paha, kaki, dan juga arah mata kaki
- - Adoptors : Memainkan bagian tubuh atau benda lain.
- - Hal lain yang bisa muncul : Shaking, sighing, swallowing, sweating.
DAFTAR PUSTAKA
Daudantonius, Psikologi ID 2019
D
Komentar
Posting Komentar